Pemeriksaan pajak selama ini menjadi momok bagi wajib pajak terutama wajib pajak Indonesia, pada akhir februari 2016, Direktorat Jenderal Pajak untuk pertama kalinya menerapkan pembagian antara pemeriksaan khusus yaitu: data konkret dan analisis risiko. Dengan adanya pembagian pemeriksaan tersebut, diharapkan dapat membuat pemeriksaan yang dilakukan dan dialami baik pemeriksa pajak dan wajib pajak dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran sehingga dapat merubah stigma pemeriksaan pajak dimata wajib pajak yang selama ini menjadi momok yang sangat ditakutkan wajib pajak.
Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memahami dan menganalisis perubahan tata cara pemeriksaan yang baru ditetapkan sehingga dapat menanggapi pemeriksaan dengan tepat.

 

Materi Pelatihan:
A.    Ruang lingkup pemeriksaan pajak
B.    Titik kritis dalam pemeriksaan pajak
C.    Persoalan grey area dalam pemeriksaan pajak
D.    Optimasi manajemen pajak dalam menghadapi pemeriksaan pajak