Akuntansi syariah adalah akuntansi yang berorientasi sosial.  Artinya akuntansi ini tidak hanya sebagai alat untuk menterjemahkan fenomena ekonomi dalam bentuk ukurtan moneter tetapi juga sebagai suatu metode menjelaskan bagaimana fenomena ekonomi itu berjalan dalam masyarakat Islam. Akuntansi Syariah termasuk didalammnya isu yang tidak biasa dipikirkan oleh akuntansi konvensional.

Akuntansi Syariah adalah suatu kegiatan identifikasi, klarifikasi, dan pelaporan melalui dalam mengambil keputusan ekonomi berdasarkan prinsip akad-akad syariah, yaitu tidak mengandung kedzaliman, riba, maysir (judi), gharar (penipuan), barang yang haram, dan membahayakan.

Akuntansi syariah merupakan bidang yang tidak bisa dielakkan dalam kehidupan kelembagaan saat ini, baik lembaga keuangan maupun non keuangan. PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) merupakan dasar atau pedoman yang digunakan dalam menyusun pelaporan keuangan baik buruknya perkembangan PSAK ini secara oromatis akan mempengaruhi bagus tidaknya perkembangan akuntansi.

Seiring dengan berjalannya waktu, ekonomi syariah pun mulai menjadi salah satu fokus di dalam lembaga keuangan, yang tidak lagi hanya sebagai alternatif atas kekurangan ekonomi konvensional, tetapi sudah menjadi perekonomian solutif dalam  memecahkan persoalan ekonomi. Oleh karena itu, keberadaan akuntansi syariah mutlak diperlukan untuk mengimbangi laju perkembangan ekonomi syariah ini.

Keberadaan PSAK Syariah yang baik akan mendorong terciptanya sistem akuntansi yang baik pula, sehingga akan tersedia informasi yang dapat dipercaya. Peran keberadaan PSAK Syariah yang matang, akan berimbas pada perkembangan Lembaga Keuangan Syariah. Dalam hal ini, bisa kita ambil suatu kesimpulan bahwa keberadaan PSAK Syariah memiliki peranan penting dalam hal pengembangan ekonomi syariah secara praktik. Kesempuranaan PSAK Syariah sebagai pedoman dalam pelaporan dalam pelaporan dan pengambilan keputusan, akan berdampak pada maju dan makin dipercayanya eksistensi dari lembaga keuangan syariah, yang kemudian mengarah pada berkembangnya lembaga keuangan syariah tersebut. Selanjutnya, proses yang terjadi setelah masifnya lembaga keuagnan syariah tersebut adalah pesatnya perkembangan ekonomi syariah secara praktis yang kemudian mendukung perkembangan ekonomi syariah secara teoritis.

 

Pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memahami PSAK akuntansi syariah secara keseluruhan.

 

Materi Pelatihan :

 

1.     PSAK 101 : Penyajian Laporan Keuangan Syariah

2.     PSAK 102 : Akuntansi Murabahah

3.     PSAK 103 : Akuntansi Salam

4.     PSAK 104 : Akuntansi Istishna

5.     PSAK 105 : Akuntansi Mudharabah

6.     PSAK 106 : Akuntansi Musyarakah

7.     PSAK 107 : Akuntansi Ijarah

8.     PSAK 108 : Asuransi Syariah

9.     PSAK 109 : Akuntansi, Zakat, Infak dan Sedekah

10.  PSAK 110 : Akuntansi Sukuk

11.  Pembahasan Mengenai Penyesuaian/Update PSAK Syariah Terbaru



Fasilitas : Sertifikat, Softcopy (Flashdisk) dan Hardcopy, Training Kit

Biaya : Rp. 3.000.000,00


Pesatnya pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia memerlukan penyesuaian ketentuan akuntansi asuransi syariah. Pada tanggal 26 Mei 2016, DSAS IAI telah mengesahkan revisi PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah dan PSAK 108: Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah dan terkait asuransi syariahRevisi ini berlaku efektif per 1 Januari 2017.

Revisi PSAK asuransi syariah akan mengakibatkan perubahan pada pengakuan pendapatan perusahaan asuransi syariah. Selain itu, revisi PSAK ini juga akan mengakibatkan perubahan pada wajah laporan keuangan perusahaan asuransi syariah.

Bagaimanakah dampak revisi PSAK 101 dan PSAK 108 terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi?

Pelatihan ini didesain untuk memberikan penjelasan dan contoh atas penerapan konsep pada revisi PSAK asuransi syariah serta dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi syariah. Pelatihan ini sangat berguna bagi regulator, akuntan, auditor, dan aktuaris dalam menerapkan dampak dari revisi PSAK akuntansi asuransi sehingga berguna bagi para pengambil keputusan.

Topik bahasan

Beberapa topik yang akan dibahas pada pelatihan satu hari penuh ini antara lain:

  • PSAK 108 (2009) vs PSAK 108 (revisi 2016)
  • Akuntansi Dana Tabarru’
    • Pengakuan pendapatan dari dana tabarru’
    • Penyisihan teknis
    • Surplus defisit underwriting
  • Akuntansi Entitas Pengelola
    • Pengakuan pendapatan ujrah
    • Pengakuan biaya akuisisi
  • Penyajian dan Pengungkapan


Fasilitas : Sertifikat, Softcopy (Flashdisk) dan Hardcopy, Training Kit 

Biaya : Rp. 1.000.000,00